Apa Itu Follow Up? Pengertian, Fungsi, dan Cara Jitu Follow Up Customer agar Closing
Dalam dunia penjualan, ada sebuah kutipan populer: "The fortune is in the follow-up." Namun faktanya, banyak tenaga pemasar yang menyerah hanya setelah satu kali menghubungi calon pelanggan. Padahal, sebagian besar transaksi justru terjadi setelah adanya interaksi berkali-kali.
Lantas, sebenarnya follow up artinya apa? Mengapa hal ini begitu krusial bagi keberlangsungan bisnis Anda? Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian, fungsi, hingga tips cara melakukannya dengan efektif.
Apa Itu Follow Up?
Secara harfiah, follow up adalah tindak lanjut. Dalam konteks profesional, arti follow up dalam pekerjaan merujuk pada segala bentuk komunikasi yang dilakukan setelah interaksi awal dengan calon pelanggan atau klien.
Interaksi awal ini bisa berupa pertemuan singkat, panggilan telepon, pengiriman penawaran harga, atau sekadar membalas pesan di media sosial. Follow up dilakukan untuk memastikan bahwa proses komunikasi tetap berjalan dan tidak terhenti begitu saja.
Pelajari Juga Strategi Komunikasi Bisnis Modern untuk Layanan Lebih Cepat & Efisien
Pentingnya Follow Up Bisnis untuk Konversi
Banyak orang merasa sungkan melakukan tindak lanjut karena takut dianggap mengganggu. Padahal, pentingnya follow up bisnis sangat besar, di antaranya:
- Membangun Kepercayaan: Pelanggan jarang membeli pada kontak pertama. Follow up menunjukkan bahwa Anda serius melayani mereka.
- Mengingatkan Pelanggan: Calon pembeli sering kali sibuk atau lupa. Pesan pengingat yang sopan bisa membantu mereka mengambil keputusan.
- Memberikan Informasi Tambahan: Sering kali pelanggan belum membeli karena masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab.
Cara Follow Up Customer yang Efektif
Agar tidak terkesan agresif atau mengganggu, Anda perlu menerapkan cara follow up customer yang elegan. Berikut langkah-langkahnya:
1. Perhatikan Waktu (Timing)
Jangan menunggu terlalu lama, namun jangan pula terlalu cepat. Untuk penawaran harga, follow up pertama idealnya dilakukan dalam 24-48 jam.
2. Gunakan Saluran yang Nyaman bagi Pelanggan
Saat ini, WhatsApp menjadi saluran paling efektif untuk tindak lanjut karena memiliki tingkat keterbacaan (open rate) yang sangat tinggi dibandingkan email.
3. Berikan Nilai Tambah
Jangan hanya bertanya "Jadi beli tidak?". Cobalah berikan informasi tambahan, seperti testimoni pelanggan lain atau tips penggunaan produk yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Pelajari Juga Strategi Efisiensi Biaya WhatsApp API
Contoh Kata-kata Follow Up Customer via WhatsApp
Bingung merangkai kalimat? Berikut adalah beberapa contoh kata-kata follow up yang bisa Anda modifikasi:
- Tipe Mengingatkan: "Halo Kak [Nama], sekadar menginfokan kembali terkait penawaran kemarin. Apakah ada bagian yang ingin ditanyakan lebih lanjut agar kami bisa bantu?"
- Tipe Memberi Solusi: "Selamat siang Bapak [Nama]. Saya menemukan artikel singkat mengenai [Topik] yang mungkin bermanfaat untuk kendala yang Bapak hadapi kemarin. Semoga membantu ya Pak!"
- Tipe Urgensi: "Halo [Nama], kami ingin mengabarkan bahwa promo diskon 20% yang kita bahas kemarin akan berakhir besok malam. Jangan sampai terlewat ya!"
Automasi: Solusi Follow Up Tanpa Lelah
Melakukan follow up secara manual ke puluhan atau ratusan prospek setiap hari tentu sangat melelahkan dan rawan terlupa. Di sinilah teknologi automasi berperan penting.
Dengan menggunakan fitur Broadcast Scheduling dari Maxchat, Anda bisa menjadwalkan pesan tindak lanjut secara otomatis tanpa harus mengirimnya satu per satu. Selain itu, integrasi dengan WhatsApp API memungkinkan Anda melihat riwayat percakapan secara utuh, sehingga pesan follow up Anda selalu relevan dengan konteks pembicaraan sebelumnya.
Kesimpulan
Memahami bahwa follow up adalah jembatan menuju penjualan akan mengubah cara Anda berbisnis. Dengan teknik yang tepat dan dukungan alat automasi yang andal, Anda tidak perlu lagi khawatir kehilangan potensi pendapatan hanya karena lupa memberikan kabar.
Sudahkah Anda mem-follow up prospek Anda hari ini?
